Tag Archives: Yesus

25 Januari 2015 – Hadiah Untuk Sahabat

Baca: Yohanes 15:9-17
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”(Yohanes 15:13)

Adik bungsu saya punya seorang sahabat yang sangat dekat dengan keluarga kami bahkan sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Ia sering mengajak adik saya ke bioskop menonton film kesukaan mereka. Saat adik saya berulang tahun ia membeli 1 buah karcis bioskop untuk adik saya sedang ia tidak ikut pergi karena ia harus ke luar kota. Entah karena apa adik saya tidak pergi ke bioskop dan akhirnya karcis itu tidak terpakai. Setelah seminggu sahabat adik saya kembali, ia marah karena hadiah pemberiannya tidak dipergunakan. Adik saya akhirnya meminta maaf dan berjanji untuk tidak lagi menyia-nyiakan pemberian sahabatnya.
Alkitab menjelaskan dalam injil Yohanes bahwa Yesus Kristus telah memberi hadiah bagi kita. Keselamatan dengan kematian-Nya di kayu salib adalah hadiah terbesar yang Ia berikan. Setiap kita yang percaya kepadaNya dan menerima dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi berhak atas hadiah tersebut. Hanya saja kita kadang menyia-nyiakannya, hadiah tersebut tidak kita gunakan. Keselamatan yang diberikan tidak kita hargai dengan melakukan banyak dosa. Bahkan tak sedikit yang menukarkan hadiah itu dengan hal yang lainnya demi kesenangan sesaat di dunia. Ingatlah betapa besar pengorbanan Kristus, sahabat sejati Anda hingga nyawanya Dia berikan bagi Anda. Sahabat Anda mungkin bisa memberikan apa saja tetapi tidak semuanya yang dapat memberikan nyawanya buat Anda.
Sahabat Gandoem Mas, Yesus menyebut Anda bukan lagi hamba tetapi sahabat jika Anda bersedia melakukan perintah-perintah-Nya. Sudahkah Anda menghargai pengorbanan Yesus dengan mengasihi sesama? Jadilah sahabat sejati-Nya! ED

YESUS SAHABAT SEJATI MENARUH KASIH-NYA SETIAP WAKTU DAN MEMBERIKAN NYAWA-NYA BAGI ANDA

14 Januari 2015 – Yesus Melihat Iman

Baca: Lukas 5:17-26
“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” (Lukas 5:20)

Dalam kisah “Orang lumpuh disembuhkan” (Lukas 5:17-20) Tuhan tidak melihat iman orang yang sakit, tetapi iman teman-temannya yang menggotong si sakit. Iman kita akan ‘mempengaruhi’ orang lain. Kita tidak dapat membuat orang untuk menjadi Kristen. Namun kita dapat berbuat banyak melalui kata-kata, perbuatan dan kasih sehingga mereka dapat memberikan respon. Cari kesempatan untuk membawa orang-orang datang kepada Kristus! Apa sebenarnya yang menggerakkan tangan Allah?
Anda mungkin tidak memikirkan hal ini! Allah tidak tergerak oleh umat yang komplein dan mengasihi diri sendiri! Apakah Allah tergerak oleh kebutuhan umat-Nya. Ya, itu janji-Nya.
Allah concern akan kebutuhan kita, Ia ingin mencukupkan segala kebutuhan kita. Namun kita harus mengerjakan bagian kita dahulu. Yaitu mengundang Dia untuk bekerja didalam hidup kita tentunya dengan “iman” kita. Dalam pelayanan-Nya dibumi ini, seringkali sebelum Tuhan menyembuhkan seseorang, Alkitab mengatakan, “Ketika Dia melihat iman mereka..” Karena itu pertanyaan untuk kita renungkan, “Apakah Tuhan melihat iman Anda?” Ketika Allah melihat Anda melakukan banyak pekerjaan dengan baik; ketika Allah melihat Anda berangkat kerja lebih awal agar supaya Anda mendapatkan promosi; ketika Allah melihat bahwa Anda menjaga ketenangan dengan tidak berkata kata keras dalam rumah; ketika Allah melihat bahwa Anda menolong orang lain dengan sungguh-sungguh, ketika Allah melilhat iman Anda, disitulah sesuatu yang tidak lazim akan terjadi!
Iman membuka pintu, dimana Allah akan bekerja. Karena itu demonstrasikan iman Anda hari ini dan nantikan tangan Allah bergerak dalam setiap area hidup Anda!. TL

TANPA IMAN TIDAK MUNGKIN ORANG BERKENAN KEPADA ALLAH … (Ibr 11:6)

24 Desember 2014 – Di bungkus Dengan Lampin

Baca: Lukas 2:1-7
“Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan di baringkannya dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Lukas 2:7)

Mengapa Yesus lahir di kandang dan bukan di istana? Jawabannya ialah secara teologis tidak lain untuk memberikan contoh kerendahan hati dan pengorbanan-Nya. Saat di ketahui penginapan penuh mereka mencari tempat lain lain untuk tinggal sementara waktu. Logisnya mereka tidak mendapatkan tempat yang layak sebelum tiba waktu Maria bersalin.
Lukas berkata, “karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (ayat 7b) Ironisnya untuk memperoleh tempat yang layak saja sudah tidak ada, ditambah lagi mereka tidak mempunyai uang yang banyak untuk menyewa tempat yang bagus. Maka tidak ada pilihan lain hanya sebuah kandang yang mereka dapatkan. Tibalah Maria untuk bersalin dan Yesus pun lahir dengan di bungkus kain lampin. Kata lampin di terjemahkan dari bahasa Ibrani “chathullah” dan kata Yunani “spargana atau sparganon”. Membungkus bayi dengan lampin sudah menjadi kebiasaaan orang-orang Timur Tengah. Demikian juga kelahiran Yesus memang benar-benar di tandai dengan lampin yang membungkus tubuhnya. Pemakaian lampin pada bayi Yesus mempunyai arti bahwa Yesus benar-benar menjelma menjadi manusia. Dia yang tidak terbatas telah membatasi diri-Nya dan bergantung kepada manusia, Yusuf dan Maria, orang tua jasmani-Nya. Inilah wujud dari kerendahan hati dan empati Yesus Kristus kepada manusia yang penuh kelemahan agar misi Bapa-Nya di genapi.
Mari, jadikan Natal sebagai perenungan, mengingat dimana Yesus mengasihi manusia dengan kesederhanaan dan kerendahan hati. Apakah makna Natal bagi diri Anda? YN

KRISTUS LAHIR MENINGGALKAN KEMULIAAN-NYA MENJADI MANUSIA BERBUNGKUSKAN KAIN LAMPIN

23 Desember 2014 – Yesus Blusukan

Bacaan: Yohanes 1:1-18
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita dan kita telah melihat kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14)

Natal adalah suatu peristiwa yang luar biasa dahsyat.Diharapkan dalam setiap perayaan Natal di gereja-gereja atau dimana tempat dapat mengangkat iman bagi semua jemaat sehingga semakin dekat dan melekat kepada Tuhan. Maka tidak ada salahnya apabila Natal dirayakan dengan semeriah-meriahnya. Namun jangan sampaiperayaan yang sedemikian meriah dengan berbagai pernak-pernik, hiasan-hiasan, dan acara dikemas sedemikian indah dengan paduan suara, vocal grup, sandiwara dan dengan beaya yang tidak sedikit namun begitu bulan desember berlalu berlalu pula kesan natalnya.
Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru selamat Yesus Kristus. Dia adalah Firman. Apakah Firman itu? Firman adalah logos. Yaitu perkataan, pikiran, logika. Jadi Firman adalah perkataan, pikiran, logika Allah. Dalam Injil Yohanes 1:1 “…Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Bahwa Firman itu adalah Pribadi Allah. Pribadi Allah telah menjadi Manusia (ay.14). Allah yang Maha Mulia mau blusukan turun ke bumi terlahir sebagai manusia. Dan cara kelahiran yang tidak wajar, Dia dilahirkan disebuah tempat binatang yang kotor. Betapa Allah kita rela merendahkan diri serendah-rendahnya, bahkan Ia rela mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita.
Tanpa kematian-Nya di atas kayu salib sia-sialah perayaan natal kita, terlebih sia-sialah iman kita. Jadi Natal tanpa penyaliban-Nya tidak ada artinya apa-apa. UBS

SUNGGUH BANGGA PUNYA ALLAH YESUS KRISTUS YANG TELAH LAHIR KE DUNIA BAHKAN MATI DISALIB

04 November 2014 – Yesus , Manna Sorgawi

Baca: Yohanes 6:35-51
“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang ku berikan itu ialah daging-Ku, yang akan kuberikan untuk hidup dunia.” (Yohanes 6:51).

Sepanjang pelayanan Tuhan Yesus di dunia. Ia sering mengungkapkan pernyataan yang dianggap sangat kontroversial. Pernyataan yang juga membingungkan para ahli Taurat atau orang Yahudi saat itu. Salah satu pernyataan Tuhan Yesus yang kita pelajari ialah berkaitan dengan masalah makanan. Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaku, ia tidak lapar lagi dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35). Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan dengan pernyataan-Nya, yaitu Dialah yang turun dari sorga. Tuhan Yesus dalam hal ini diri-Nya memproklamirkan bahwa diri-Nya telah turun dari sorga karena diutus oleh Allah (ayat 38).
Manna itu yakni Yesus Kristus, diberikan oleh Allah untuk memberi hidup rohani bagi dunia. Yakni hidup kekal dan berkelimpahan di dalam Dia. Seperti ada tertulis, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang ku berikan itu ialah daging-Ku, yang akan kuberikan untuk hidup dunia.” (Yohanes 6:51). Manna tidak hanya memberikan hidup jasmani pada saat Allah memberikan manna sebagai makanan bagi bangsa Israel. Tetapi Yesus, adalah manna sorgawi, jika kita percaya dan menerima Dia maka ia akan hidup selama-lamanya. Dengan demikian di dalam Yesuslah sang manna sorgawi, kita mengalami kehidupan rohani yang berkemenangan. Walaupun kita mengalami kematian jasmani.
Sebab Allah telah memberikan Yesus, manna dari sorga, Apakah Anda sudah percaya kepada Sang manna sorgawi itu? YN

BUKTI ALLAH MENGASIHI, MEMELIHARA UMAT-NYA IALAH IA MEMBERI YESUS, SANG MANNA SORGAWI

09 Oktober 2014 – Trust In Jesus!

Baca: Kejadian 18:1-15
“ Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku Percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.”(Mazmur 13:6)

Siapa yang tidak mengetahui kisah tentang Abraham? Seorang hamba Tuhan yang disebut bapa semua orang beriman. Kehidupannya diisi dengan hal-hal yang berkenan dihadapan Tuhan. Mulai dari pertama beliau dipanggil oleh Tuhan untuk pergi ke negeri yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Abraham yang pada saat itu masih bernama Abram dan istrinya yang bernama Sara yang pada saat itu masih bernama Sarai, bersama-sama berangkat, tanpa mengetahui secara pasti di mana tempat yang Tuhan janjikan.
Abraham dengan iman memenuhi panggilan dari Tuhan dan dengan sukacita menuju kepada kehendak Tuhan.Kemudian saat Tuhan menjanjikan keturunan untuk Abraham, Abraham meyakini dengan iman bahwa Tuhan akan menggenapinya, bahwa Tuhan akan menjadikan keturunan Abraham menjadi banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut. Dengan ukuran manusia, Abraham bisa saja tidak mempercayai, karena memang Sara istrinya mandul dan tidak dapat memiliki keturunan. Tetapi dia percaya dan akhirnya menerima apa yang Tuhan janjikan.Iman adalah satu hal yang sudah sangat sulit kita temui saat ini. Banyak orang hidup dengan pengertiannya sendiri, tanpa melihat rencana Tuhan. Kebanyakan orang yang hidup pada masa sekarang berpikir dengan logika mereka, sampai mencoba melihat Allah pun dengan logika mereka sendiri.
Iman tidak sekedar ucapan belaka melainkan terekspresi melalui wajah dan perintah TUHAN. Bagaimana Iman Anda? YN

PERCAYALAH KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATIMU DAN JANGAN PADA PENGERTIANMU SENDIRI

18 Agustus 2014 – Yesus Yang Kukenal

Baca: Matius 9:35-38
“Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Lukas 5:5)

Ketika seseorang sukses meniti karir, sehingga memiliki jabatan yang cukup tinggi dan penting, atau menjadi kaya raya, maka akan ada banyak family, teman dan tetangga datang mendekat. Akan tetapi ketika seseorang kehilangan kedudukan dan terpuruk, serta jatuh miskin, maka mereka yang tadinya mendekat, satu persatu akan mulai meninggalkan dia. Itulah yang terjadi dalam dunia ini. Akan tetapi, Yesus yang kukenal, justru kebalikannya. Yesus Kristus mencari yang lemah, yang gagal, yang terpuruk dan yang jatuh ke dalam dosa! Sabda-Nya: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:20) dan Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Lukas 5:31-32).
Yesus mendatangi Simon Petrus dan rekan-rekannya yang gagal mendapatkan seekor ikan pun. Sabda-Nya: “Tebarkan jalamu di tempat yang dalam.” (Lukas 5:4). Setelah peristiwa itu, di danau yang sama, amat mungkin dengan perahu yang sama, 3,5 tahun berikutnya, Yesus bersabda: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?” (Yohanes 21:5). Sampai hari ini, Yesus Kristus yang kukenal tidak berubah. Yesus selalu hadir di saat aku susah, di saat berbeban berat dan di saat aku lemah. Sabda-Nya: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa, sampai kepada Akhir Zaman.” (Matius 28:20).
Bagaimana dengan Anda? Dia memanggil Anda: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). GS

YESUS ITU GEMBALA AGUNG KITA, BAIK DI PUNCAK GUNUNG, MAUPUN DI DASAR LEMBAH

02 Agustus 2014 – Belas Kasihan

Baca: Amsal 14:1-35
“Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.” (Amsal 14:21)

Perasaan kasihan akan membantu pikiran dan perilaku untuk mengasihi, hal ini tidak mungkin akan ada dan dimiliki oleh orang yang jahat dan kejam. Saat seseorang menderita untuk dirinya sendiri ini disebut kesedihan, tetapi apabila ikut menderita dalam penderitaan orang lain ini disebut belas kasihan.
Penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus Kristus, mau lahir sudah ditolak hingga lahir dikandang yang kotor bahkan menghadapi ancaman pembunuhan hingga dikhianati dan dijatuhi hukuman mati digantung pada kayu salib serta dikubur dikuburan yang bukan milikNya tapi kemudian bangkit dari kematian dan hidup dalam kemuliaan yang luar biasa kembali kedalam Kerajaan Sorga menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Ini semua Dia lakukan dengan rela untuk membuktikan betapa besar kepedulianNya dan bagaimana Ia menaruh belas-kasihan yang luar biasa terhadap umat manusia, Ia tidak bersedih saat mengalami penderitaan yang harus dipikulNya karena Ia sangat mengasihi umat manusia, Ia mengetahui dengan pasti bahwa tidak ada seorangpun yang sanggup menghadapi dan memenuhi tuntutan hukum dosa.
Sekarang kita yang percaya kepada-Nya memiliki jaminan keselamatan, perlu untuk diekspresikan dengan benar sehingga menjadi berkat bagi orang lain dan dapat ikut menikmati belas-kasihan-Nya yang menjamin keselamatan kekal dalam Kerajaan Sorga, (bdgk Ibr.2:14-18). AK

BELAS KASIHAN ADALAH RASA KASIHAN YANG DITAMBAH DENGAN PERBUATAN

21 Juli 2014 – Akulah Terang Dunia

Baca : Yohanes 8:12-20
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12).

Listrik memang sudah masuk desa, sehingga rumah-rumah di desa terang dan juga jalan-jalannya. Tetapi hati dan pikiran manusia baik yang di desa maupun yang di kota masih banyak yang gelap. Pikiran manusia banyak yang tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Hati manusia banyak yang tidak tenang dan tidak damai. Terang dunia adalah cahaya yang jernih yang berguna dan yang dibutuhkan umat manusia pada zaman dulu sebelum listrik masuk desa dan juga sekarang sesudah listrik masuk desa.
Tuhan Yesus mengatakan: “Akulah terang dunia” dengan maksud untuk mengingatkan manusia bahwa Pribadi Tuhan Yesus sangat dibutuhkan oleh manusia.
Kalau tidak ada lampu-lampu yang menerangi, jemaat yang datang untuk mengadakan perayaan akan resah dan gelisah. Kalau tidak ada tiang api yang menerangi, maka bangsa Israel yang berjalan di padang gurun akan galau dan kacau. Bangsa Israel membutuhkan terang. Kita membutuhkan terang dan semua orang membutuhkan terang. Tidak ada terang berarti tidak ada hidup, ada terang berarti adah idup. Tuhan Yesus terang dunia berarti Tuhan Yesus sumber kehidupan bagi umat manusia di seluruh dunia, yang berkuasa memberi pengampunan, keselamatan, ketenangan, kemenangan dan hidup yang kekal.
Sahabat Gandoem Mas, apakah Anda membutuhkan Tuhan Yesus? Apakah Anda sudah berharap kepada Tuhan Yesus yang adalah terang dunia ini? DS

HANYA TUHAN YESUS YANG SANGGUP MENERANGI HIDUP KITA SAMPAI SELAMA-LAMANYA

21 Juni 2014 – Pokok Anggur

Baca: Yohanes 15:1-8
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.” (Yohanes 15:1)

Di Indonesia ada gedung penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang penuh dengan narapidana, karena kejahatan: penipuan, pencurian, perampokan, penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, korupsi, teroris dan perbuatan jahat yang lain. Bahkan ada gedung penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang penghuninya melebihi kapasitas. Ini menunjukkan bahwa kejahatan merajalela, hidup manusia banyak yang rusak dan liar. Bangsa Israel digambarkan sebagai pokok angggur dan kebun anggur yang rusak dan liar. “Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.” (Yesaya 5:7) Sebab itu, Tuhan Yesus mengatakan “Akulah pokok anggur yang benar” maksud-Nya mau menunjukkan “sesungguhnya beginilah pokok anggur yang benar.” Kalau tidak tinggal dan melekat pada pokok anggur yang benar, maka kita tidak bisa berbuahkan buah yang baik (Yohanes15:5). Demikian juga kalau kita tidak tinggal dan melekat pada Tuhan Yesus, maka kita tidak bisa berbuah keadilan dan kebenaran, tetapi berbuah kelaliman dan keonaran.
Kalau kita rindu berbuah keadilan dan kebenaran, kita harus tinggal dan melekat pada Tuhan Yesus, pokok anggur yang benar. Sebab buah yang baik dihasilkan dari pokok yang baik dan buah yang benar dihasilkan dari pokok yang benar. Apakah kita mau tinggal di dalam Tuhan Yesus dan apakah kita mau melekat pada Tuhan Yesus sebagai pokok anggur yang benar? DS

BUAH YANG BENAR DIHASILKAN DARI POKOK YANG BENAR